Cerita Nani Pekerja Migran Indonesia

Menjadi tulang punggung keluarga tidak pernah terpikirkan oleh mantan Pekerja Migran Indonesia satu ini, tapi kebutuhan si kecil mendorongnya untuk memilih jalan ini. Dan ini kisahnya.

Nani Suryani atau yang biasa disapa Mbak Nani adalah mantan PMI atau TKI (Tenaga Kerja Indonesia) Taiwan yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Pada awalnya Nani paling menghindari solusi menjadi PMI terlebih melihat pemberitaan bekerja di luar negeri yang berat dan menguras energi.

Namun bagaimana lagi, suami pergi dan tidak peduli, gaji yang diterima dari warteg tidak pernah mencukupi, dan buah hati yang tidak mungkin ia tinggal pergi.

Berat Hidup Menjadi Pekerja Migran Indonesia 

Akhirnya dengan berani keputusan menjadi PMI pun ia ambil. Bagi Nani, rasanya ingin menangis ketika pertama kali tiba.

Sulit sekali baginya untuk berkomunikasi saat itu. Tidak jarang Nani dan majikan mengalami miskomunikasi yang membuat ia terus diomeli. Belum lagi ia harus terus mengurus rumah majikan hingga waktu tidur terus berkurang membuatnya lelah tak berkesudahan.

Pernah pula Nani tersasar saat pergi ke pasar karena salah melalui rute bus. Akibatnya ia tiba di rumah telat dan mendapat teguran keras dari majikan. Saat itu, Nani merasa apapun yang ia lakukan akan selalu salah di mata majikan.

Anak Penyemangat Seumur Hidupku

Berkali-kali rasa ingin menyerah itu muncul. Rasanya ingin kabur dan pulang ke rumah di Indonesia. Tidak peduli nanti ia akan kesusahan.

Tapi setiap memandang foto anak yang ia bawa, melihat senyumnya, dan tatapannya yang polos selalu saja membuat Nani tak berdaya dan menyesal punya keinginan untuk menyerah. 

Baginya, anak adalah sumber cahaya, yang selalu ingin ia jaga kilaunya. Mendengar suaranya, celotehnya seakan punya energi tersendiri yang mengalir ke dalam tubuh Nani. Ia langsung bersemangat dan terus berjuang demi anak yang selalu dirindukan.

Mimpi Nani cuma satu, anaknya dapat tumbuh sehat, pintar, dan nantinya memiliki pekerjaan yang mapan dan hidup lebih baik tidak mengikuti jejak ibunya.

“Pokoknya semua yang terbaik untuk anakku, gak apa-apa aku hidup merana asal anakku hidupnya bahagia,” ucap Nani.

Tuhan Tidak Tidur Kini Ia Menunjukkan Keajaibannya

Merasa tabungan selama menjadi PMI sudah cukup dan rasa rindu keluarga serta anak yang sudah tidak terbendung, Nani pun pulang kembali ke Indonesia.

Rasanya saat itu ia amat bahagia, bagaikan lulus dari ujian Tuhan. Kini dari hasil tabungan itu, ia berhasil merenovasi rumah,membeli kendaraan pribadi, dan yang terpenting ia bisa menyekolahkan buah hatinya. 

Tidak hanya itu, seakan-akan keajaiban Tuhan tidak berhenti di situ. Kini Nani bekerja kembali namun di Indonesia dengan keluarga yang amat baik hatinya.

Tidak disangka kini Nani bisa berkeliling dunia, mimpi yang tidak pernah ia duga akan ia terima dengan hati penuh suka dan cita.

Dari cerita ini, kita bisa belajar bahwa usaha yang sungguh-sungguh tentu akan mendapat balasan yang indah di kemudian hari.

Tunggu, kisah PMI Luar Biasa lainnya hanya di YOURPAY Indonesia. Jangan lupa juga untuk follow media sosial YOURPAY Indonesia, di Facebook dan Instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *